This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Menikmati Medan Parij Van Sumatra di Restoran Tiptop

Identitas Medan sebagai kota yang pernah dikenal sebagai Paris Van Sumatra tak akan lepas dari Tip Top Restaurant yang berdiri kokoh di kawasan Kesawan, Jalan Ahmad Yani, Medan ini. Tak hanya menyajikan menu-menu istimewa a la Belanda, restoran bergaya Belanda ini sekaligus menjadi tempat bernostalgia tentang Medan tempo dulu. Ketika pertama kali dibuka pada tahun 1929 di Jalan Pandu Medan orang mengenalnya dengan nama Jangkie.

Inilah yang yang pertama kali menyajikan bakery di Tanah Deli. Tahun 1934, Jangkie pindah ke kawasan Kesawan dengan nama baru: Tip Top Restaurant, Bakery & Cake Shop. Tip Top sendiri berarti sempurna. Sejak saat itu, restoran ini terus berkembang, apalagi dikarenakan lokasinya yang strategis.

Kesawan pada era itu dikenal sebagai kota dagang. Saat itu, Tip Top merupakan restoran yang kerap menjadi tempat pertemuan kalangan ekspatriat dan saudagar Tanah Deli. Tak banyak yang berubah dengan Tip Top sejak pertama kali didirikan hingga kini. Kondisi bangunan bergaya Belanda dengan ornamen-ornamen dari kayu masih bertahan hingga kini.

Desain interior, furniture dan foto-foto kenangan di masa lalu semakin membuat orang-orang terkenang kembali dengan kota Medan tempo dulu. Begitu juga dengan menu-menu yang disajikan. Sebagian besar menu sudah ada sejak restoran ini berdiri. Pengelola masih mempertahankan tradisi pembuatan menu-menu lama dengan rasa yang tetap pas di lidah.

Misalnya, pembuatan bakery yang tetap menggunakan tungku yang usianya sudah hampir seabad. Tungku pembakaran kue seluas 4x5 meter dengan tinggi 2,5 meter ini adalah buatan Belanda yang menggunakan kayu mahoni sebagai bahan baku pembakaran.

Bakery terbaik Tip Top diolah di dalam tungku ini. Sebut saja misalnya, Mocca Tart, Saucijsebrood, Pie, Horen, Specolaas, Taartjes. “Kue-kue ini sudah ada sejak puluhan tahun lalu. Dan rasanya tetap kita pertahankan sampai sekarang,“ kata Didrikus Kelana, generasi ke-3 yang kini mengelola Tip Top Restaurant.

Selain bakery, para tamu juga dapat menikmati kelezatan aneka Western Food seperti American Steak, Huzaren Salad, Uitsmijter, Hot Plate Daging dan Omelette. Tersedia juga menu-menu Chinese Food seperti Ayam Goreng Semboi, Ikan Asam manis, Fu Yung Hai dan Sup Sirip Ikan. Tak ketinggalan Indonesian Food, seperti Gado-gado, Nasi Goreng Spesial Tip-Top, Kari Kambing dan Rendang. Tersedia juga beberapa menu lainnya.

Tamu-tamu juga masih dapat menikmati kopi robusta dari Sidikalang sajian khas Tip Top yang sudah legendaris sejak tahun 1934. Yang tak kalah menggoda lidah ialah variasi es krim yang diolah dengan mesin pengolah buatan Belanda tahun 1920-an. Beberapa es krim terbaik Tip Top di antaranya Java Ice, Ystaart, Carmen dan puluhan jenis es krim lainnya. Keunikan dan cita rasa lama yang ada di Tip Top telah membuat orang rindu kembali. Restoran ini menjadi tempat yang sangat tepat untuk menikmati cita rasa dan nuansa Medan tempo dulu.

Tak heran bila tak sedikit ekspatriat yang pernah menetap lama di Medan, memilih Tip Top sebagai tempat yang pertama kali untuk disinggahi. “Mereka ingin bernostalgia tentang Medan tempo dulu di sini,” tambah Didrikus. Tip Top sendiri, oleh sebuah media nasional, pernah dinobatkan sebagai restoran tertua dan terlengkap dengan cita rasa dan nuansa yang masih menjaga sisi historisnya. Untuk menjawab kerinduan para tamu dan kebutuhan gaya hidup modern, Tip Top juga menyediakan fasilitas free wi-fi setiap saat dan sajian live music, khusus pada hari Rabu, Sabtu dan Minggu (jam 19.30 WIB – 23.00 WIB), dengan musik-musik yang variatif. 

Repvblik Kopi, di Mana Para 'Warga Negara Penikmat Kopi' Bersantai

Dewasa ini, minum kopi sepertinya sudah menjadi salah satu gaya hidup yang tidak dapat dipisahkan dari warga Medan. Ini dibuktikan dengan bermunculannya sejumlah warung kopi (atau yang lebih akrab disebut kafe) di beberapa lokasi di Kota Medan. Yang terbaru ialah Repvblik Kopi yang menawarkan sensasi baru meminum kopi di tengah gaya hidup urban.
Sejak resmi dibuka awal November 2010 lalu, Repvblik Kopi yang berada di kawasan Jalan Setia Budi ini langsung menarik perhatian warga Medan, terutama anak muda. Memang, tak hanya suasana meminum kopi nikmat yang ditawarkan di kafe ini, tapi juga suasana yang membawa pengunjung ke era klasik

“Kalau dari konsep, saya mengusung arsitektur gaya kolonialis (Belanda) di sini. Istilahnya, saya usir penjajahnya, lalu gedungnya saya tempati dan minum kopi di sana. Ha-ha-ha…” ujar Salimin Johan Wang kepada Medan City Magz.

Soal cita rasa, kopi yang mengusung brand ‘Kopi Asli Indonesia’ ini menerapkan pola peracikan kopi profesional. Biji kopi langsung dia pilih dari kawasan dataran tinggi di Sumatra; Humbahas, Aceh dan Mandaling. “Setiap kopi yang diseduh di sini semuanya menggunakan biji kopi yang langsung digiling dan diseduh di tempat,” ujarnya.

Paling tidak ada 14 item kopi yang ditawarkan di sini dengan harga yang relatif masih terjangkau. Selain kopi, juga tersedia teh, juice dan sejumlah menu makanan pelengkap waktu bersantai Anda. *Tonggo Simangunsong

Maria Selena: "Medan itu Danau Toba..."

Di sela-sela kunjungannya ke Medan yang begitu padat dengan agenda, pertengahan Oktober lalu, tak mudah mendapatkan waktu barang sekejab untuk mewawancarai Putri Indonesia 2011, Maria Selena. Namun, begitu dapat kesempatan langsung wawancara dengannya, ternyata ia bukan perempuan yang kelihatan super sibuk. Dengan senang hati, ia pun menjawab beberapa pertanyaan yang saya ajukan kepadanya. Ia bicara tentang Medan, mahkota Putri Indonesia yang kini disandangnya dan obsesinya untuk mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Berikut kutipan wawancaranya. 

Putri Indonesia Maria Selena
Sebelumnya sudah pernah mengunjungi Medan? 
Belum. Ini yang pertama kali. Bagaimana kesan Anda ketika pertama kali tiba di Medan? Kesannya menyenangkan. Kegiatan sesuai jadwal. 

Sambutannya juga hangat. Saya ketemu walikota (Rahudman Harahap) dan dijamu dengan baik. Saya juga ketemu Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Medan (Busral Manan). Beberapa pengusaha Opal dan Taman Sari di Medan (Surya Pranoto dan Maria Pranoto.

Semuanya menyambut hangat. Sangat sangat terkesan. 

Bisa sebutkan Medan dalam satu kalimat? 
Medan itu Danau Toba. Medan itu duren. (Tertawa kecil) Apa tanggapan Anda dengan kota Medan saat ini? Kota yang besar. Memang hampir sama dengan kota besar lain. Jakarta atau Surabaya. Semakin maju. Tapi masih tetap menjaga keasliannya. Multietnis namun sangat ramah dan nyaman. Saya juga suka kuliner dan wisata alamnya. Tiga hari di Medan, yang paling berkesan dengan Medan? Durian! (Tertawa) 

Sekarang Anda sudah menyandang Putri Indonesia. Apa obsesi Anda selanjutnya? 

Selama 1 tahun saya akan menjadi duta Putri Indonesia. Tentu akan banyak agenda yang akan saya lalui. Sembari menjalaninya, saya akan terus menambah kemampuan. Terus mengasah kemampuan diri agar lebih matang. Dan pada akhirnya nanti, saya akan ikut ajang Miss Universe 2012. Harapannya dapat mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional, khususnya perempuan Indonesia. 

Kebanggaan wewakili perempuan cantik Indonesia? 
Saya ingin merepresentasekan Indonesia lebih jauh, baik nasional maupun internasional. Saya juga akan menjaga agar tetap menjaga mahkota Putri Indonesia dengan menjadi model (panutan) bagi masyarakat. 

Tantangan ketika menjalani ajang Pemilihan Putri Indonesia, dari awal sampai terpilih? 
Tantangan terbesar datang dari diri sendiri agar bisa tetap fokus dari karantina sampai final. 

Pesan Anda kepada perempuan-perempuan Indonesia, Medan khususnya? 
Tetaplah menjadi cantik. Namun, kecantikan itu bukanlah dinilai dari wajah saja. Tapi lebih kepada karakter dan bersikap. Tentunya harus dibarengi dengan kemampuan yang bisa digunakan untuk banyak orang. *Tonggo Simangunsong.

Mari Wisata Buah ke Kebun Strawberry Brastagi

Dataran tinggi Karo tak hanya dikenal dengan bunga dan sayuran maupun wisata petualangan pegunungannya, tapi juga dikenal sebagai penghasil buah-buahan terbesar di Sumatra Utara. Satu di antaranya kebun strawberry di Desa Tongkoh, Kecamatan Dolat Rayat Karo (dari Medan masuk jalan sebelah kiri setelah Tahura), Brastagi.

 

Desa Tongkoh sendiri merupakan salah satu kawasan agrowisata yang paling sering dikunjungi wisatawan di Brastagi, apalagi setelah berdirinya Pagoda Kithani tak jauh dari areal perkebunan strawberry yang dikelola oleh penduduk setempat. 

"Biasanya pada akhir pekan dan hari libur selalu ramai wisatawan," ujar salah seorang pemilik kebun strawberry. Yang menarik ialah, kalau biasanya Anda membeli strawberry di pasar modern atau hipermart Medan, buah strawberrynya sudah dikemas langsung, tapi di kebun strawberry Brastagi Anda diperkenankan memetik sendiri. 

Pemilik kebun mematok harga Rp 70 ribu per kilogram. Seraya memetik, Anda juga diperkenankan menikmati buah strawberry-nya di lokasi kebun. Kalau dibawa pulang, ya, wajib bayar... 

Jadi, kalau Anda berlibur ke dataran tinggi Karo bersama keluarga, kebun strawberry Brastagi akan sayang sekali kalau dilewatkan begitu saja. Singgahlah kemari, setidaknya menjadikan strawberry Brastagi sebagai oleh-oleh buat orang-orang tercinta Anda...